Bencana alam tahun ini terasa demikian dashyat dan merata di hampir semua daerah. Jawa tetap yang paling besar dengan terjadinya tanah longsor, banjir, gelombang, pasang laut yang tingginya di luar kebiasaan musim barat, pohon dan baliho bertumbangan, jalan putus dan banyak lagi. Peristiwa itu merupakan bagian dari fenomena alam yang belakangan ini semakin menimbulkan kekhawatiran. Perilaku alam memang berubah, cuaca pun ikut berubah. Antara musim kemarau dan musim penghujan tak berbeda jauh, karena hujan masih turun di musim kemarau dan kemarau terjadi di musim penghujan. Angin juga bertiup sangat kencang. Curah hujan ekstra tinggi dan lain-lain.Orang tua mungkin masih bisa membedakan antra musim penghujan sekarang dan zaman dulu, saat cuaca masih bersahabat. Dulu air hujan meresap ketanah dan putting beliung serta gelombang pasang bisa diprediksi kapan datangnya. Dari dulusampai sekarang sejumlah sungai tidak bertambah, tempat peresapan air hujan pun demikiandan laut yang digunakan nelayan mencari ikan sepanjang tahun juga tetap yang itu. Yang berbeda adalah sungai semakin dangkal dan sempit, tangkapan air berkurang karena hutan menjadi gundul dan sempit, tangkapan air berkurang menjadi gundul dan rawa-rawa serta sawah yang subur berubah bentuk menjadi rumah toko (ruko) atau real estate.
Pembangunan memang tidak lepas dari pengorbanan. Tetapi, pengorbanan itu hendaknya setimpal dengan hasil yang diperoleh. Yang terjadi sekarang, pengorbanan itu menjadi sia-sia karena manfaat yang didapat rakyat tidak sepadan dengan nasib
Kita memang tidak sendiri, dunia sekarang sedang bergulat melawan pemanasan global yang menyebabkan es di kutub mencair hingga permukaan laut meninggi, udara semakin panas hingga mempengaruhi pergerakan angin dan cuaca pun ikut berubah. Itu terjadi karena pengaruh gas buangan industri negara maju yang menyebabkan rusaknya rumah kaca (ozon). Kerusakan ozon membuat perubahan drastis iklim di bumi. Kalau negera industri seperti amerika serikat tetap bersikukuh untuk tidak mengurangi gas buangannya, maka dunia dan seisinya akan menjadi korban.
Bagi
Kita tidak mungkin melawan alam yang sudah berubah perangai itu. Lantas apa yang harus kita lakukan??? Tentu saja kini kita harus belajar hidup dalam kondisi alam seperti yang ada sekarang. Kita harus bersiap menghadapi peristiwa demi peristiwa yang sulit diramalkan itu. Untuk itu, kita mulai sekarang harus melakukan perubahan terhadap perilaku kita sendiri. Kita harus tangguh menghadapi musibah dan berusaha memperkecil terjadinya musibah itu. Misalnya menghentikan pembabatan hutan yang seenaknya, tidak membuang sampah di sungai, tidak membikin gerakan menanam pohon dan sebagainya.
Tidak kalah penting adalah perilaku pejabat negara atau aparat pemerintah. Misalnya, tidak lagi memberikan izin penebangan pohon di hutan atau penambangan pohon di hutan atau penambangan yang tidak ramah lingkungan. Aparat penegak hukum juga tidak bermental korup, dengan membebaskan penjarah hutan dari hukuman penjara. Peraturan perundang-undangan yang tidak sesuai yang memungkinkan penjarah hutan bebas dari jerat hukum. Apakah kita akan menunggu negara kita porak poranda dan berkeping-keping…??? Sekarang saatnya kita berbuat untuk Negeri ini.
By: Ajat AtZ_Soil Science -UnHas 2k2

Tidak ada komentar:
Posting Komentar